CMN
(Cerita Misteri Nammimori)
part 1
Kring....kring...kring.. bel bertanda pulang sekolah sudah berbunyi di Nammimori School, Tsuna dan kawan-kawan lekas pulang, tetapi seperti biasa Hibari sang ketua komite kedisiplinan sekolah selalu pulang terakhir untuk memastikan bahwa sekolah yang ia sangat cintai itu sudah dalam keadaan aman. Hibari lekas berkeliling sekolah, tetapi saat didepan perputakaan dia mendengar suara buku berjatuhan "Cih, jam segini masih ada saja siswa yang belum pulang, apa ia tak sadar pintu gerbang sekolah akan segera ku kunci?" guman Hibari dalam hatinya. Ia mulai masuk ke ruangan perpustakaan, sekilas tak ada yang aneh disana Hibari tidak menemukan buku terjatuh yang ia dengar tadi, semua buku masih tampak rapi "Pasti anak itu bersembunyi disuatu tempat, jika aku bertemunya, akan kugigit dia sampai mati" guman Hibari.
Sudah jam 7 dan tak ada satupun anak melewati pintu gerbang sekolah "Percuma aku menunggu anak itu, ku kunci saja ia disekolah ini." ucap Hibari sambil mengunci pintu gerbang sekolah. Dalam perjalanan pulang Hibari masih memikirkan siapa orang yang berani disekolah sendirian sampai jam segitu, "apa dia tak tahu bahwa perpustakaan sekolah itu mempunyai sejarah yang kurang mengenakkan?" guman Hibari dalam hati.
Esok harinya tidak seperti biasa Hibari memanggil Tsuna dan famili lainnya termasuk Reborn untuk datang ke Ruang Komite Kedisiplinan. Saat semua sudah berkumpul di ruang Komite Kedisiplinan Hibari mulai berbicara "Maaf mengganggu waktu kalian, aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian." Seru Hibari memulai pembicaraan yang terasa dingin, jelas saja tidak biasanya Hibari membiarkan sembarang orang untuk masuk kedalam Ruangan Komite Kedisiplinan.
"Reborn, apa kemarin ada pertarungan lagi disekolah ini?" tanya Hibari kepada Reborn
"Tentu saja tidak, jika ada pertarungan jelas aku akan memberitahumu Hibari-san." jawab Reborn dengan tenang. Lalu Hibari bertanya kepada Gokundera
"Kepala Gurita, apakah kemarin kau menggunakan ruang perpustakaan?" tanya Hibari sambil memalingkan wajah,
"Namaku Hayato Gokundera!! jangan seenaknya memanggil nama ku seperti itu! Baiklah itu tidak masalah untukku, tidak aku tidak menggunakan ruang perpus kemarin, aku langsung pulang bersama Yamamoto, lalu kami semua makan disebuah restoran dekat sekolah ini." jawab Gokundera.
Hibari berpikir sangat keras, kalau ia makan Yamamoto brati yang ada tinggal Tsuna!
"Tsuna!! sekarang sudah jelas, kau kan yang menggunakan perpus kemarin?!" tebak Hibari sambil menyiapkan senjatanya.
"Baka! mana mungkin Juudaime melakukan itu! diapun tak berani ke kamar mandi sendirian! mana mungkin ia brani tinggal di sekolah sendirian!" Bantah Gokundera membela bossnya itu.
"Benar juga, ya sudah maafkan aku ya semua, sekarang kembali ke kelas kalian masing-masing, waktu istirahat akan segera selesai." Ucap Hibari sedikit menyesal dan malu.
Kringg...Kringgg..Kringgg.. bel pulang berbunyi lagi, kali ini Hibari sudah bertekad untuk menemukan pelaku dari kegaduhan perpustakaan sepulang sekolah. Hibari menunggu di gerbang sekolah, ia melihat dari kejahuan ruang perpus itu. Kklik...Klikk..Klik.. alarm hp Hibari berbunyi bertandakan sudah jam 6 "Ahh, sebaiknya aku langsung melihat ke perpustakaan." ucapnya. Baru saja ia melangkahkan kakinya di tangga, ia melihat sekilas bayangan, dengan segera Hibari mengejar bayangan itu. "Sialan aku tak bisa mengejar bayangan itu, ah aku langsung ke perpustakaan saja." pikir Hibari.
Saat ia baru sampai di perpustakaan ia melihat pria dengan seragam Nammimori bersama dengan seorang perempuan berambut ungu, kedua orang itu seperti sudah tak asing lagi bagi Hibari, saat ia mendekat salah satu dari kedua orang itu menyadari kehadiran Hibari.
"Maaf kami tidak ijin terlebih dahulu saat meminjam ruangan ini Hi-ba-ri-san." ucap perempuan itu dengan tenang.
"Hi..hi..hi...hibari-san? apa katamu? maksudmu dibelakang kita sekarang ada Hibari-san." ucap pria berseragam Nammimori itu dengan nada yang ketakutan.
"Tsuna, Chrome, apa yang kalian lakukan di perpustakaan sepulang sekolah selama ini?! apa kalian tidak tahu bahaya yang mengincar kalian! Terutama kau Tsuna, apa kau bisa menjaga Chrome jika terjadi apa-apa disini?" ucap Hibari dengan nada marah tetapi terlihat sekali dari gayanya ia khawatir terhadapat Chrome dan Tsuna.
"Maaf Hibari-san, bossu berjanji akan menunjukan hal menarik disini, dan aku tertarik pada perpustakaan ini, disini banyak sekali bacaan-bacaan yang jarang aku lihat sebelumnya. Dan juga bossu menceritakan pengalamannya selama sekolah disini, aku pikir sangat menyenangkan ^^." ucap perempuan berambut ungu yng diketahui bahwa namanya Chrome ini, ia menjelaskan tujuannya berada disekolah ini.
"Ya sudah tak apa-apa chrome, tapi tsuna mulai hari ini hidupmu takkan tenang." ancam Hibari.
"Ayo kita pulang sekarang!" ajak Hibari.
"Baiklah hibari-san!!" jawab Tsuna dan Chrome.
Saat Hibari mengunci gerbang sekolah, sepintas ia melihat kearah jendela perpustakaan. Tak sengaja ia melihat bayangan orang tanpa kepala disana, misteri akan tetap menjadi misteri.
♫Koko♫
☺Nantikan part 2 yaa,,☺
;D